Tuesday, January 22, 2019

See You Later, Honey Bee



Hai nak,
Ibu rindu..

Tak perlu Ibu jelaskan betapa rindunya menyentuh jari-jari mungilmu. Meski telah setahun berlalu, selalu ibu sebut pengharapan yang begitu besar untuk dipertemukan denganmu, pada Allah. Bukan nak, bukan karena omongan orang lain, atau karena kami merasa berlomba dengan pasangan lain. Kami hanya rindu memelukmu, seperti ada yang hilang diantara kami.

Nak, kamu tidak tahu bahagianya Bapak dan Ibu, hanya sekedar melihat dua garis tipis yang menjadi tanda kehadiranmu kala itu. Kami hanya bisa menjagamu dari luar, dan berdoa semoga kami bisa memeluk tubuhmu dan mendengar tangis pertamamu. Dan cinta pada pandangan pertama kami tumbuh begitu besar padamu Nak, hanya karena garis itu.



Tapi Allah jauh jutaan kali lebih mencintaimu dari kami, kami selalu yakin, ini yang terbaik untukmu dan kami, Nak. Kamu sudah memberikan satu bulan terbaik dan terbahagia sepanjang hidup Bapak dan Ibu, hanya dengan melihat dua garis tipis dan foto buram hitam putih bergambar bulatan berwarna lebih gelap, sebagai bukti dirimu pernah mengisi hari-hari terbahagia kami.



Nak, Allah baik, sangat baik memberi kami harapan untuk memilikimu, memberi kami tanda, bahwa kami harus yakin, dan suatu saat nanti kami akan bertemu denganmu, menangis bahagia mendengar tangis pertamamu.

Terima kasih, untuk pernah hadir memberi hari terbaik kami. Sampai bertemu lagi Nak.

Kami, Bapak dan Ibu yang selalu rindu dan mencintaimu.






No comments:

Post a Comment