Thursday, April 6, 2017

Keteguhan Hati, Ketika Memeluk Semua Kekurangan Adalah Solusi Terbaik

Bukan sesuatu yang sulit bagi-Nya, untuk membolak-balikkan hati manusia, hingga manusia itu merasa berada pada titik terlemahnya, dan berharap hanya keberkahan dari-Nya. Mungkin itu yang saat ini bisa menggambarkan apa yang sedang terjadi pada saya saat ini.

Entah apa yang salah, akhir-akhir ini saya merasa sedang berada di titik terlemah, tidak bisa melakukan apa-apa, selain berdoa diberikan jalan yang terbaik dan ketenangan hati oleh hanya sang pemilik dan Maha Pembolak-balik hati. Dengan segala kekurangan yang saya punya, saya merasa saat ini segala sesuatu yang sedang terjadi, adalah sebuah kesalahan. Betapa emosi saya begitu mudah memuncak, menangis adalah sesuatu yang sangat mudah saya lakukan akhir-akhir ini, hanya karena saya kesal akan sesuatu, yang setelah saya tangisi, saya merasa menjadi orang paling konyol sedunia karena sudah menangis atas dasar hal tersebut.
Titik terlemah. Entah dari mana datangnya perasaan seperti itu. Mungkin alam bawah sadar yang merasa bahwa banyak hal yang dilakukan terasa sia-sia, kurang bersyukur, dan merasa bahwa dunia berpaling atas saya. Saya merasa akhir-akhir ini betapa sedikitnya teman terdekat yang saya punya, betapa atasan sangat tidak peduli dengan apapun yang saya lakukan, dan betapa orang tua tidak banyak memberikan kasih sayang, namun mencari kasih sayang itu sendiri.
Betapa saya tidak banyak bersyukur, Allah menempatkan saya diantara orang-orang yang baik, yang diantara mereka tidak menunjukkan kepalsuan, kepura-puraan untuk tersenyum sementara dibalik senyuman mereka tersimpan niat untuk menjerumuskan dalam kemaksiatan. Betapa saya tidak  bersyukur, untuk diberikan amanah di tempat yang baik, dengan  jutaan pasang tangan menengadah memohon agar bisa berada di posisi saya saat ini. Betapa saya tidak bersyukur, orang tua saya adalah orang-orang baik, yang insyaAllah sepanjang sisa hidup mereka saya bisa mencurahkan kasih dan sayang pada mereka.
Hal tersulit dari merengkuh semua kekurangan yang saya rasakan saat ini adalah ilmu sabar dan syukur. Dan Allah sudah menjanjikan bahwa Allah bersama orang-orang yang bersabar dan bersyukurlah pada-Nya, niscaya akan Ia tambahkan nikmat-Nya, insyaAllah.  Sabar dan syukur, adalah dua hal yang tidak akan bisa dipisahkan. Bersabarlah atas segala ujian kesulitan dan kenikmatan, serta bersyukur, bahwa Allah masih mengingatkan kita, memberi kesempatan pada kita untuk menambah pahala dengan bersyukur dan bersabar.
Karena ujian terberat adalah kenikmatan. Maka bisakah kita bersyukur atas segala ujian yang saat ini sedang dirasakan?

No comments:

Post a Comment